Business, Product, UX/UI

(Part 3/Final part) Merancang dashboard bisnis: Praktik membuat dashboard

You can read Creating business dashboard: Implementation if you prefer this article in english translation.

Sekarang kita akan praktik membuat dashboard sebagai lanjutan dari elemen dan proses mendesain dashboard.

Contoh yang kita ambil kali ini adalah merancang dashboard bisnis menggunakan indikator-indikator utama dalam manufaktur.

Kasus:

pengusaha_kain

Suatu misal ada seorang manajer produksi sebuah perusahaan kain ingin mengawasi kinerja sebuah pabrik. Namun ia merasa kesulitan karena tidak bisa melihat perkembangan data pabrik terkini. Sumber data sudah tersedia, tetapi pengolahan datanya masih manual sehingga ia baru bisa melihat data untuk hari ini keesokan harinya.


1. Mengidentifikasi kebutuhan pembaca dashboard

Pada tahap ini, kita berdiskusi dengan manajer tersebut untuk mengumpulkan informasi kebutuhannya.

Setelah berdiskusi dengan beliau, kira-kira hasilnya sebagai berikut:

  • Sebagai manajer produksi, saya ingin bisa melihat trend produksi pabrik sehingga saya bisa memesan bahan mentah tepat waktu.
  • Sebagai manajer produksi, saya ingin bisa melihat status produksi terkini terhadap target di bulan ini sehingga saya bisa berbagi laporan dengan tim pemasaran.
  • Sebagai manajer produksi, saya ingin bisa melihat status mesin bermasalah supaya saya bisa berkoordinasi dengan manajer pemeliharaan mesin.

Dari diskusi ini, kita juga memperoleh data tentang KPI yang perusahaan pakai dalam produksi. Kita ambil contoh dari slideshare berikut:

kpi-manufaktur

2. Merumuskan hipotesa / usulan solusi

Dari tabel diatas, ada 8 KPI produksi yg perusahaan pakai. Berdasarkan kebutuhan dari hasil wawancara, kita merumuskan hipotesa bahwa hanya 5 KPI yang perlu muncul dengan urutan tampilan:

  • Production output,
  • Waste,
  • Downtime,
  • Number of incidents, dan
  • Maintenance cost.

3. Menyusun kerangka dashboard

Iterasi#1

Kita menggunakan 5 papan / panel dalam dashboard untuk masing-masing KPI:

per_canvas

Di setiap papan kita lengkapi dengan Judul KPI, contoh data, beserta target:

per_box

Tampilan keseluruhan dari iterasi ini:

per_all_v1

Iterasi#2

Kita mengusulkan diagram pie pada papan Maintenance Cost supaya manajer produksi dapat mengetahui tren 2 bulan terakhir.

per_all_v2

Iterasi#3

Setelah berdiskusi kembali dengan manajer produksi, kita menambah 1 KPI baru yaitu Capacity Utilization menggantikan diagram pie pada papan Maintenance Cost.

per_all


Penutup

Pada tahap ini kita berhasil untuk mendesain sebuah kerangka dashboard.

Untuk selanjutnya, kerangka ini bisa kita kembangkan ke dalam berbagai macam bentuk mulai dari web dashboard, slide presentasi proyek, maupun aplikasi smartphone.

Kita tutup trilogi artikel ini dengan mengingat 3 kunci utama yang membantu kita dalam merancang dashboard bisnis yaitu:

  • diskusi dengan calon pengguna untuk pahami konteks masalah,
  • perlakukan solusi sebagai hipotesis hingga memperoleh hasil akhir yang sesuai kebutuhan calon pengguna, dan
  • prioritaskan kejelasan daripada keindahan dalam menyusun kerangka dashboard.

Selamat merancang dashboard!

Advertisements
Standard

One thought on “(Part 3/Final part) Merancang dashboard bisnis: Praktik membuat dashboard

  1. Pingback: (Part 3/Final part) Creating business dashboard: Implementation | Raja David's Journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s