Business, Karya Tulis

Dari jalanan sepi menjadi bisnis warung makan Delivery

Jika berbicara tentang industri telekomunikasi, maka ada 2 pemain utama yang memegang peran penting. Mereka adalah Operator seluler dan pengguna jasa/pelanggan. Seperti didalam ilmu biologi, kedua pemain tersebut melakukan interaksi simbiosis mutualisme. Disini keuntungan tidak hanya diperoleh oleh operator, tetapi juga oleh pelanggan. Operator mendapatkan revenue dari pelanggan, sedangkan pelanggan mendapatkan layanan telekomunikasi dari operator.

22062013005

Gambar 1: Warung Tegal Sukabirus

Khusus untuk pelaku bisnis, layanan telekomunikasi ini ternyata memberikan beberapa manfaat untuk menunjang dan mengembangkan usaha. Manfaat pertama adalah sebagai sumber informasi. Adanya informasi tentu membuat pelaku bisnis dapat mengetahui tren terkini yang ada di masyarakat. Selain itu, informasi yang ada juga bisa digunakan sebagai sumber referensi dan inspirasi untuk membuat produk-produk usaha yang baru. Selain sebagai sumber informasi, manfaat yang dapat diberikan adalah sebagai sarana komunikasi baik antara pengusaha dengan rekan bisnisnya maupun antara pengusaha dengan konsumennya. Jarak dan waktu bukanlah batasan untuk tetap menjalin interaksi satu sama lain. Selanjutnya, karena jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan, peluang untuk memperluas jangkauan usaha pun akan semakin besar. Pada awalnya mungkin produk sebuah perusahaan hanya dikenal oleh sebuah daerah. Kemudian dengan munculnya layanan telekomunikasi, seorang pengusaha dapat menyebarkan informasi mengenai produknya kepada konsumen di daerah lain.

Manfaat diatas semakin berlipat nilainya apabiladidukung dengan tarif telekomunikasi yang murah. Pelaku bisnis yang paling merasakannya adalah pengusaha kecil menengah yang modalnya relatif terbatas. Tarif yang terjangkau akan menumbuhkan bibit-bibit pengusaha kecil menengah yang baru. Contoh konkrit yang terjadi ada pada kampus saya yaitu Institut Teknologi Telkom yang terletak di Dayeuh Kolot Bandung. Pada tahun 2009, bisnis makanan yang ada di sekitar kampus saya terkesan lesu. Ibarat kata pepatah yaitu “hidup segan, mati tak mau”. Tidak banyak warung makan yang buka serta akses menuju ke warung makan cenderung susah. Jarak antara warung makan dengan kos-kosan mahasiswa cenderung jauh serta beberapa warung makan tersembunyi diantara gang-gang yang kecil. Kondisi tersebut yang membuat warung makan sepi pelanggan padahal ada ribuan mahasiswa yang tinggal di sekitaran kampus.

Tak lama berselang, muncul sebuah fenomena baru yang inovatif yaitu delivery makanan. Mereka menawarkan jasa mengantarkan makanan ke kos-kosan mahasiswa maupun ke laboratorium yang ada dikampus. Mekanisme yang mereka gunakan sangat sederhana. Mahasiswa atau pelanggan cukup mengirimkan SMS berisi pesanan makanan dan alamat tujuannya. Tak lama setelah dipesan, makanan yang masih hangat akan diantar ke alamat yang diberikan.

Saya kurang tahu warung makan yang mana yang pertama mencetuskan ide ini. Awalnya warung-warung makan ini tidak melayani pesan antar, tetapi kemudian mereka memasang spanduk baru berisi menu dan nomor kontak yang dapat dihubungi untuk pesan makanan. Fakta uniknya adalah mayoritas nomor-nomor kontak yang mereka tampilkan merupakan nomor operator XL. Sedikit demi sedikit jumlah pembeli dengan layanan pesan antar mulai bertambah. Omset mereka pun juga ikut bertambah dan bahkan sampai ada warung makan yang membuka cabang dikawasan yang berbeda tetapi masih didaerah sekitar kampus.

Hal yang mengesankan lainnya yaitu semakin makmurnya pedagang kaki lima. Dulunya ada penjual makanan yang menjajakan makanan hanya dengan gerobak. Tetapi setelah menerapkan konsep pesan antar makanan via SMS, penjual itu pun mampu menyewa sebuah kios untuk dijadikan warung makan. Sekitar kampus berubah dari jalanan yang dulunya sepi disulap menjadi pujasera (pusat jajanan serba ada) yang melayani pesan antar. Dukungan dari biaya SMS yang murah inilah yang membuat bisnis makanan tak menjadi lesu lagi di sekitar kampus saya. Berikut saya berikan foto dokumentasi dari beberapa warung makan yang ada.

22062013008

Gambar 2: Warung Mie Bakso Setia

22062013011

Gambar 3: Warung Ayam Goreng Setia

22062013012

Gambar 4: Warung Martabak Barokah Jaya

22062013013

Gambar 5: Dapur Pizza

22062013016

Gambar 6: Kantin Daffa

22062013020

Gambar 7: Kedai Susu Delivery

Untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berlandaskan simbiosis mutualisme, saya mengusulkan kepada operator XL agar membuat suatu paket usaha kecil menengah. Konsepnya adalah partnership dengan pengusaha. Isi paketnya dapat berupa training bisnis gratis, dukungan modal, serta layanan jaringan dan branding operator. Contohnya saja : Pak Budi ingin membuat sebuah usaha warung makan yang melayani pesan antar. Operator XL dapat memberikan training bisnis gratis, dukungan modal, serta layanan jaringan dan branding operator kepada usaha rintisan Pak Budi. Karena sudah mendapatkan branding dari operator, Pak Budi tentunya akan lebih mudah untuk memberikan promo/bonus khusus kepada pelanggan-pelanggannya yang menggunakan layanan operator XL. Seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan pak Budi, tentunya dapat berpengaruh pada bertambahnya jumlah pengguna operator XL.

Sebagai penutup, alangkah indahnya jika fenomena perkembangan usaha disekitar kampus ini juga bisa terjadi di daerah lain di Indonesia. Tarif telekomunikasi murah dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui bisnis kecil menengah. Apalagi jika didukung dengan cakupan jaringan yang luas yang mencapai pelosok-pelosok Indonesia. Lambat laun semakin banyak bermunculan pengusaha-pengusaha baru yang membuat pertumbuhan ekonomi daerah semakin meningkat. Jika ekonomi daerah semakin bertumbuh, tentu Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi yang kuat.

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Dari jalanan sepi menjadi bisnis warung makan Delivery

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.